BPKP Jateng Gelar Entry Meeting di Kota Pekalongan: Kawal Tata Kelola dan Keandalan Data Penurunan Stunting 2026

PEKALONGAN 4 Agustus 2026 – Dalam rangka memastikan efektivitas dan akuntabilitas program pengentasan stunting, Tim Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah secara resmi menggelar Entry Meeting Evaluasi Percepatan Penurunan Stunting Tahun 2026 bersama jajaran Pemerintah Kota Pekalongan. Pertemuan strategis ini menjadi langkah awal pelaksanaan uji petik dan evaluasi menyeluruh terhadap program gizi dan kesehatan ibu-anak di wilayah Kota Pekalongan.

Penunjukan Kota Pekalongan sebagai salah satu lokus prioritas evaluasi pada tahun ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan Desain Pengawasan BPKP Tahun 2026, Provinsi Jawa Tengah masuk ke dalam kategori provinsi dengan tingkat penurunan Angka Prevalensi Stunting (APS) tertinggi, di mana Kota Pekalongan menjadi salah satu wilayah kabupaten/kota prioritas yang akan dipetakan praktik baiknya.
Memasuki masa transisi kebijakan di tahun 2026, peta jalan pengawasan BPKP mengusung tema besar "Evaluasi Tata Kelola, Konvergensi Intervensi, dan Keandalan Data". Fokus pengawasan diarahkan pada kesiapan transisi kelembagaan, memastikan keandalan data sasaran seperti e-PPGBM (Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat) dan Keluarga Risiko Stunting (KRS), serta menguji konvergensi perencanaan dan penganggaran di tingkat daerah.
Langkah pengawasan ini dinilai sangat krusial. Sebab, pencapaian target nasional penurunan prevalensi stunting menuju 14,2% pada tahun 2029 yang tertuang dalam RPJMN 2025-2029 membutuhkan intervensi yang tidak hanya masif, tetapi juga presisi. Tim BPKP akan mengevaluasi efektivitas intervensi spesifik dan sensitif di Kota Pekalongan untuk memastikan bahwa anggaran daerah yang tersalurkan benar-benar berdampak langsung pada kelompok sasaran, seperti ibu hamil, baduta, dan balita.

Melalui sinergi pengawasan ini, Pemerintah Kota Pekalongan terus berkomitmen menjaga kualitas tata kelola program stunting. Keterlibatan auditor dalam memberikan insight dan rekomendasi perbaikan diharapkan mampu mengakselerasi target Kota Pekalongan bebas stunting, memastikan setiap anak tumbuh sehat, dan mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk masa depan.